Pernah nggak sih kamu tiba-tiba merasa keringat dingin dan badan lemas tanpa sebab yang jelas?
Padahal cuaca lagi nggak panas dan kamu juga nggak sedang olahraga berat?
Kondisi seperti ini sering bikin panik, apalagi kalau datangnya mendadak. Rasanya tubuh tiba-tiba kehilangan tenaga, tangan dan kaki dingin, bahkan kadang disertai pusing atau mual. Namun, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh saat hal ini muncul?
Keringat dingin dan badan lemas bukanlah penyakit, melainkan tanda tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu, bisa karena fisik atau juga karena emosional. Tubuh kita punya cara sendiri buat “berteriak” kalau ada yang nggak beres.
Misalnya, saat tekanan darah turun, kadar gula menurun drastis, atau tubuh sedang melawan infeksi, sistem saraf akan memberi sinyal untuk mengeluarkan keringat dingin sebagai bentuk respons terhadap stres internal. Menariknya, keringat jenis ini berbeda dengan keringat biasa yang keluar karena panas atau aktivitas fisik yaitu keringat dingin biasanya muncul meskipun suhu tubuh normal atau bahkan menurun.
Namun, jangan langsung menganggap enteng juga, ya! Kadang gejala ini bisa jadi pertanda kondisi medis yang perlu perhatian lebih serius. Bisa jadi tubuh sedang kekurangan cairan, mengalami gangguan hormon, atau bahkan menandakan adanya gangguan pada jantung dan saraf.
Jadi, kalau kamu sering mengalami keringat dingin disertai badan lemas, penting banget buat mengenali penyebabnya sejak dini. Dengan begitu, kamu bisa tahu apakah cukup diatasi dengan istirahat dan asupan nutrisi, atau perlu diperiksakan ke dokter.
Nah, biar lebih paham, yuk kita bahas satu per satu penyebab keringat dingin dan badan lemas yang paling umum terjadi!
Penyebab Keringat Dingin dan Badan Lemas

Siapa nih yang pernah tiba-tiba merasa tubuh mendadak lemas, tangan dingin, kulit menjadi lembap? Bahkan keringat dingin muncul tanpa kita sedang bekerja keras atau berada di tempat panas?
Jika ya, kamu nggak sendiri. Kondisi seperti ini memang bikin cemas, tapi penting untuk tahu bahwa sering kali badan lemas + keringat dingin adalah sinyal tubuh yang perlu kita perhatikan. Yuk, kita kupas bersama!
1. Stres, Kecemasan atau Respon ‘fight-or-flight’
Saat kamu kaget, panik, atau stres berat, sistem saraf ‘fight-or-flight’ akan aktif. Hasilnya hormon adrenalin naik, pembuluh darah menyempit di kulit, dan keringat dingin bisa muncul, Sehingga, kulit terasa lembap dan dingin. Bersamaan dengan itu, badan bisa terasa lelah dan lemas.
2. Gula Darah Terlalu Rendah (Hipoglikemia)
Kalau kamu sering skip makan atau saat tubuh kekurangan glukosa, tubuh bisa merespons dengan keringat dingin dan lemas.
Melansir laman dari Medical News Today, menyebut hipoglikemia sebagai salah satu penyebab keringat dingin. Tubuh akan menunjukkan tanda seperti keringat dingin, gemetar, lemas dan pusing.
3. Kekurangan Cairan
Ketika tubuh kekurangan air atau elektrolit, fungsi otot dan syaraf bisa terganggu. Hal ini bisa bikin keringat dingin dan badan lemas.
Melansir laman dari Medical News Today, hal ini bisa muncul sebagai akibat dari sistem tubuh yang mencoba menjaga keseimbangan internal.
4. Masalah Jantung atau Sirkulasi Darah
Penyebab masalah jantung atau sirkulasi darah ini yang harus kita waspadai. Saat keringat dingin bisa menjadi pertanda awal kondisi seperti serangan jantung (heart attack).
Melansir laman dari Cleveland Clinic, keringat dingin dan badan lemas mendadak bisa jadi gejala jantung yang butuh penanganan segera.
5. Infeksi atau Penyakit Serius
Tubuh yang sedang melawan infeksi (virus/bakteri) bisa saja membuat kita berkeringat dingin dan merasa sangat lemah. Hal ini karena energi banyak digunakan untuk sistem imun.
Melansir laman dari Clevand Clinic, kadang ketika demam mereda atau tubuh menyesuaikan diri, muncul keringat dingin. Juga pada kasus infeksi berat, syok, atau kondisi yang mengganggu sirkulasi darah.
6. Gangguan Hormon atau Tiroid
Perubahan hormon (misalnya pada menopause) atau gangguan kelenjar tiroid dapat mempengaruhi pengaturan suhu tubuh dan aliran darah.
Hal ini kemudian membuat kita mengalami keringat dingin maupun badan lemas. Gangguan hormon lain juga bisa menyebabkan metabolisme dan sistem regulasi suhu jadi berantakan.
Sehingga, tubuh bereaksi dengan berkeringat dingin.
Apakah Keringat Dingin dan Badan Lemas Berbahaya Bagi Tubuh?

Saat tubuh kita mendadak mengalami keringat dingin dan badan terasa lemas, seringkali itu bukan sekadar “cukup istirahat saja”. Kondisi ini bisa menjadi alarm tubuh yang menandakan ada sesuatu yang agak salah.
Melansir laman dari Medical News Today, keringat dingin dapat muncul sebagai respons tubuh terhadap tekanan fisik atau emosional seperti syok, infeksi berat, hipoglikemia (gula darah rendah), atau bahkan serangan jantung. Sementara itu, Cleveland Clinic menyatakan bahwa ketika keringat dingin muncul bersamaan dengan tanda‐tanda seperti lemas mendadak, nyeri dada atau sesak napas, bisa jadi ini sinyal kondisi medis serius yang perlu segera diperiksa.
Jadi intinya: ya, bisa berbahaya, terutama jika muncul bersama gejala‐lain yang mencurigakan.
Namun jangan panik dulu, karena tidak semua keringat dingin dan badan lemas berarti kondisi fatal. Banyak juga yang terjadi karena hal yang lebih ringan seperti kecemasan atau kelelahan.
Kapan harus mulai waspada?
Melansir dari laman Clevand Clinic, berikut beberapa situasi di mana keringat dingin dan badan lemas harus dianggap serius:
- Jika keringat dingin disertai nyeri atau tekanan di dada, leher, lengan, atau sesak nafas, sebisa mungkin segera ke dokter atau layanan gawat darurat. Disorder jantung disebut‐sebagai salah satu penyebab utama.
- Jika muncul bersama gejala seperti pusing hebat, kehilangan kesadaran, kulit pucat atau sangat dingin, napas cepat atau tidak teratur. Hal ini mungkin tubuh sedang dalam kondisi “shock” atau mengalami infeksi berat.
- Jika kamu punya kondisi kronis seperti Diabetes Mellitus (yang rentan mengalami hipoglikemia) dan tiba‐tiba keringat dingin dan badan lemas muncul tanpa sebab jelas. Konsidi ini juga penting untuk segera diperiksakan.
Jika keluhan berlangsung lama, berulang, atau mengganggu aktivitas, meski tanpa gejala ekstrem seperti di atas, sebaiknya untuk tetap konsultasi dokter.
Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Vitasma
Kamu pasti pernah ngalamin hari-hari di mana badan terasa lemas, gampang capek, atau malah jadi sering terserang flu padahal nggak merasa kecapekan banget, kan?
Nah, itu bisa jadi tanda kalau daya tahan tubuh kamu lagi drop. Di tengah rutinitas yang padat dan cuaca yang nggak menentu kayak sekarang, menjaga imun tubuh itu bukan cuma penting. Tapi, wajib banget!
Tubuh kita setiap hari berhadapan dengan banyak hal yang bisa menurunkan imunitas, mulai dari stres, kurang tidur, makan sembarangan, sampai paparan polusi. Ketika imun melemah, tubuh jadi lebih mudah terserang virus dan bakteri.
Namun kabar baiknya, kamu bisa bantu tubuh tetap tangguh dengan cara sederhana yaitu istirahat cukup, makan bergizi, olahraga ringan, dan pastinya, lengkapi dengan suplemen tambahan yang tepat seperti Vitasma.
Vitasma diformulasikan khusus dengan 8 bahan herbal alami yang dikenal mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
Kombinasi bahan-bahan seperti madu hutan, jintan hitam, kayu manis, daun saga, daun cakar ayam, jahe, jeruk nipis dan flavour mint membantu memperkuat sistem imun, melancarkan pernapasan, sekaligus menjaga energi tetap stabil sepanjang hari. Yang paling penting, Vitasma dibuat dari bahan alami, tanpa efek samping, dan bisa dikonsumsi harian untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.
Bayangkan, dengan tubuh yang bugar, kamu bisa tetap produktif, nggak mudah jatuh sakit, dan selalu siap menjalani aktivitas dari pagi sampai malam. Yuk, jangan tunggu sampai tubuh drop baru jaga imun!
Saatnya jaga daya tahan tubuh dari sekarang dengan Vitasma!
Klik dan temukan manfaat herbal alaminya yang bantu kamu tetap sehat, aktif, dan bebas khawatir setiap hari.
Coba Vitasma sekang dan rasakan bedanya!








