“Apakah ada kebiasaan yang merusak imun tubuh kita?”
Meskipun sepele, tapi pertanyaan di atas memang sering terlintas di benak kita. Nyatanya, tanpa disadari, beberapa rutinitas harian yang tampak sepele justru menjadi penyebab imun terus menurun.
Di artikel ini, Minva akan membahas berbagai kebiasaan tersembunyi yang diam-diam merusak sistem imun tubuh. Kalau sudah tahu penyebabnya, kamu bisa ambil langkah tepat untuk membenahi gaya hidup agar tubuh tetap fit dan tidak mudah tumbang.
Kebiasaan Kecil Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Imun

Mulai sekarang, kamu harus waspada dengan berbagai kebiasaan kecil ini yang diam-diam merusak imun tubuh:
1. Sering Makan Camilan Tidak Sehat
Apakah kamu termasuk orang yang suka ngemil? Kalau iya, mulai sekarang cobalah untuk mengonsumsi camilan yang sehat. Meskipun kelihatan sepele, namun sering makan jajanan tidak sehat dapat menurunkan imun.
Tanpa disadari, setiap hari kita makan camilan yang dapat meningkatkan konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh harian. Jika dilakukan terus menerus, kebiasaan ini bisa menekan sistem kekebalan tubuh.
Agar lebih sehat, cobalah untuk mengganti dengan camilan yang lebih sehat. Kurang konsumsi jajanan olahan atau produk kemasan siap saji. Kalau masih terasa lapar, ganti dengan camilan buah, sayur, atau kacang-kacangan.
2. Kurang Tidur
Orang yang kurang tidur atau punya kualitas tidur yang buruk membuat imun lebih lemah. Tidak hanya itu, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit akibat virus, misalnya flu dan pilek.
Kabar baiknya, sistem kekebalan tubuh dapat membaik setelah tubuh cukup istirahat. Agar imun tubuh tetap terjaga, usahakan untuk tidur malam minimal selama 7 jam. Hindari juga tidur larut malam agar tidak mengganggu waktu tidur tubuh kita.
3. Jarang Minum Air Putih
Setiap hari kita disarankan untuk mengonsumsi air putih 8-10 gelas per hari. Selain untuk mencukupi kebutuhan cairan, hidrasi yang cukup bisa mendukung sistem kekebalan tubuh secara alami.
Sebuah penelitian pada 2024 menemukan, kekurangan cairan atau dehidrasi dapat mengganggu kekebalan tubuh. Kebiasaan buruk ini juga membuat tubuh lebih lama pulih ketika terkena penyakit.
4. Merokok
Merokok bukan cuma buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga kekebalan tubuh kita. Rutinitas ini menyebabkan penurunan kapasitas paru-paru dan penyerapan nutrisi dalam tubuh.
Bukan cuma itu, secara tidak langsung, rokok bisa mengubah indera perasa yang membuat kita tidak bisa merasakan makanan dengan benar. Akibatnya, orang yang merokok cenderung makan lebih banyak dan berdampak pada penurunan imun.
5. Kurang Aktif secara Fisik
Selama ini, banyak yang mengira kalau olahraga hanya untuk mengurangi stres dan membangun otot. Padahal, melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat mendukung imun secara keseluruhan.
Olahraga membuat sel-sel imun bersirkulasi lebih mudah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk melakukan olahraga sedang hingga berat minimal 30 menit setiap hari. Cara ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
Kebiasaan yang Terlihat Sepele Tapi Berdampak Besar

Selain kebiasaan yang sudah Minva sebutkan, ada juga kebiasaan sepele yang punya dampak besar ke tubuh kita. Berikut daftarnya:
1. Sering Menahan Buang Air Kecil
Kebiasaan sering menahan buang air kecil secara tidak langsung dapat memengaruhi imun tubuh. Orang yang sering menahan buang air kecil dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
Saat urine tertahan terlalu lama, bakteri memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang biak di saluran kemih. Jika infeksi terjadi, sistem imun akan bekerja untuk melawan bakteri penyebabnya.
Dengan kata lain, hubungan antara menahan buang air kecil dan sistem imun lebih berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama agar kesehatan saluran kemih tetap terjaga.
2. Jarang Terkena Sinar Matahari
Apakah kamu termasuk orang yang mager, jarang keluar rumah, dan jarang terkena sinar matahari? Kalau iya, sebaiknya kurangi kebiasaan ini karena tubuh yang jarang terpapar sinar matahari dapat menurunkan imun tubuh.
Saat di luar ruangan, tubuh akan mendapatkan sinar matahari yang penting untuk memproduksi vitamin D. Di dalam tubuh kita, vitamin D berperan mengatur sistem kekebalan tubuh. Paparan cahaya matahari juga membantu mengatur ritme sirkadian yang berperan dalam siklus tidur.
Sinar matahari memberi energi pada sel-sel khusus dalam sistem kekebalan tubuh. Nah, sel-sel yang disebut sel T ini membantu melawan infeksi. Bukan cuma itu, berkegiatan di luar ruangan membuat tubuh mendapatkan fitonsida, zat dari tumbuhan yang dapat meningkatkan imun.
3. Melewatkan Waktu Makan
Melewatkan waktu makan secara berulang dapat menyebabkan asupan energi dan zat gizi di tubuh tidak tercukupi. Apabila berlangsung dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi tersebut dapat mengganggu fungsi sistem imun.
Hasilnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit karena tubuh kekurangan nutrisi tertentu untuk membantu menjaga kekebalan tubuh. Oleh karena itu, menjaga pola makan teratur dan merupakan salah satu cara untuk mendukung sistem imun tetap berfungsi dengan baik.
4. Begadang Scroll Media Sosial
Begadang dengan scroll media sosial membuat tubuh jadi kurang tidur. Akibatnya, imun tubuh perlahan akan berkurang dan lebih rentan tertular virus atau kuman. Ditambah, kurang tidur membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Begadang membuat antibodi dalam tubuh tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang cukup. Ditambah, tubuh hanya melepaskan sitokin, protein yang membantu sistem kekebalan tubuh hanya pada saat tidur.
Efek Jangka Panjang bagi Imun dan Pernapasan

Kebiasaan sehari-hari mungkin tampak sepele jika dilakukan sesekali. Namun, ketika berlangsung terus-menerus dan menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun, dampaknya dapat memengaruhi kemampuan tubuh menjaga kesehatan.
Ketika pertahanan tubuh tidak bekerja optimal, risiko terserang infeksi termasuk infeksi saluran pernapasan dapat meningkat. Saat fungsi imun tidak bekerja secara optimal, kemampuan tubuh untuk mengenali dan membasmi virus penyebab penyakit juga berkurang.
Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih. Tentunya, kondisi seperti ini akan membuat produktivitas menurun dan aktivitas tidak efektif.
Selain infeksi, kebiasaan hidup yang kurang sehat dalam jangka panjang juga berkontribusi terhadap peradangan sistemik. Peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi berbagai organ, termasuk paru-paru.
Sebaliknya, melakukan pola hidup sehat akan meningkatkan imun. Sebuah penelitian pada 2021 menunjukkan, orang yang rutin beraktivitas fisik punya risiko lebih rendah mengalami kematian akibat influenza dan pneumonia dibandingkan mereka yang tidak aktif.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan tidak cukup dengan mengandalkan satu kebiasaan baik saja. Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan tetap aktif secara fisik menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan imun.
Tidak lupa juga, memenuhi kebutuhan cairan dan mendapatkan vitamin D sesuai kebutuhan bisa membantu menjaga sistem imun dan mendukung kesehatan tubuh, tak terkecuali saluran pernapasan.
Cara Membenahi Kebiasaan Ini Secara Bertahap
Biar kebiasaan buruknya nggak berlarut-larut, coba pakai beberapa cara ini untuk membenahi secara bertahap:
1. Bersiaplah untuk Merasa Tidak Nyaman
Menghentikan suatu kebiasaan pada awalnya memang bukanlah hal yang mudah dan tidak nyaman. Tidak hanya itu, ketika ingin mengubah kebiasaan, kita cenderung menunggu kemauan keras.
Untuk mengatasi hal ini, kamu harus berlatih menoleransi perasaan-perasaan ini. Beri ruang untuk perasaan ini dan cobalah untuk menenangkan diri. Kamu tetap harus memulainya meskipun progress sangat kecil.
2. Tulis Rencana
Selama ini, banyak orang yang hanya berpikir untuk berubah dan berakhir tidak berhasil. Daripada hanya ada di pikiranmu, cobalah untuk menuliskannya dalam selembar kertas, jurnal, atau aplikasi di ponsel.
Kamu bisa menuliskan beberapa hal, misalnya tujuan utama, alasan kenapa ingin dicapai, hambatan, dan pendukungnya. Setelah itu, cobalah menuliskan tanggal mulai dan lakukan progress-nya setiap hari.
3. Tetapkan Tujuan yang Realistis dan Bertahap
Saat mencoba melakukan perubahan, kita cenderung melakukan hal-hal yang sangat besar sejak awal. Meskipun cukup berhasil, namun cara ini bukanlah cara terbaik karena kita bisa saja kehilangan motivasi lebih cepat.
Untuk menghilangkan kebiasaan buruk, buatlah tujuan yang lebih realistis dan bertahap. Tetapkan ekspektasi dan tujuan yang cukup menantang, namun masih bisa dicapai. Ingat, bukan seberapa cepat perubahan bisa tercapai, tapi konsistensi untuk tidak melakukan kebiasaan buruk lagi.
4. Cari Cara untuk Mengalihkan Perhatian
Ketika muncul godaan untuk melakukan kebiasaan buruk lagi, cobalah untuk mengalihkan perhatian. Kamu bisa membuka lagi rencana yang sudah ditulis di kertas, jurnal, atau aplikasi khusus.
Jika masih tidak mempan, cobalah untuk menghubungi teman atau pergi jalan-jalan untuk melupakan distraksi sejenak. Kalau nggak memungkinkan, cobalah untuk mandi dan lakukan teknik pernapasan agar lebih tenang.
5. Jauhkan Godaan
Salah satu cara terbaik untuk menghindari godaan adalah dengan menjauhkannya dari kita agar tidak mudah dijangkau. Misalnya, kamu punya kebiasaan makan camilan tidak sehat kaka jangan sampai ada stok snack siap saji di rumah.
Lalu kalau kamu ingin berhenti merokok, mintalah teman yang merokok untuk tidak melakukannya di dekatmu. Selain mengubah agar hidup lebih sehat, menjauhkan godaan juga dapat menghemat uang.
Rutin Konsumsi Vitasma sebagai Vitamin Pendukung Imun

Nah, untuk meningkatkan imun, kamu bisa rutin konsumsi Vitasma. Madu herbal ini mengandung 8 bahan alami yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit.
Di dalam madu herbal ini, terdapat kandungan jeruk nipis dan jinten hitam yang bisa memperkuat imun. Jeruk nipis mengandung vitamin C yang memiliki sifat antioksidan kuat dan dapat melawan virus.
Sementara itu, jinten hitam bersifat analgesik yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Ditambah, tanaman herbal ini juga berguna sebagai antibakteri, anti-virus, dan anti-radang di tubuh kita.
Untuk aturan konsumsinya, tinggal campurkan 1-2 sendok teh Vitasma ke dalam segelas air hangat. Madu herbal ini dapat dikonsumsi 1 kali sehari untuk menjaga imun tubuh tetap berfungsi dengan baik.
Yuk jaga daya tahan tubuhmu setiap hari, pesan Vitasma sekarang hanya di vitasma.com!








