Di era yang serba modern seperti sekarang ini, multitasking dianggap sebagai sesuatu yang produktif. Namun, banyak orang yang nggak sadar kalau kebiasaan ini memicu stres fisik dan mental yang memengaruhi imun.
Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas multitasking bisa bikin daya tahan tubuh drop. Nggak ketinggalan juga MinVa akan bahas tips supaya kamu tetap bisa kejar target tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Kenapa Multitasking Bisa Menguras Energi dan Imun?

Di zaman yang serba cepat seperti sekarang ini, multitasking menjadi salah satu hal yang wajar. Namun, ketika terus dilakukan, cara ini bisa membuat energi dan imun kita perlahan menurun. Kenapa alasannya?
Jadi, saat kita melakukan banyak tugas sekaligus, otak harus beralih antar-tugas dengan cepat. Peralihan yang konstan ini ternyata membebani otak karena pada dasarnya, otak manusia tidak bisa mengerjakan dua hal sekaligus.
Akibatnya, kita harus membagi fokus dan tentunya kita akan menggunakan energi lebih banyak. Proses ini memicu kelelahan secara kognitif dan cadangan glukosa pada otak lebih cepat habis.
Ketika multitasking dilakukan secara terus menerus, cara ini akan membebani kita secara fisik maupun mental. Di satu sisi, tubuh akan terasa lebih mudah lelah karena harus fokus pada banyak hal.
Tidak hanya kelelahan fisik, di sisi lain mental kita lama kelamaan juga ikut lelah. Hasilnya, hormon stres yang ada dalam tubuh akan meningkat dan membuat pikiran cepat penat. Apabila masih diteruskan, imun tubuh pun bisa menurun.
Tidak hanya itu, stres kronis dapat meningkatkan peradangan dan menurunkan limfosit, sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Saat semua ini terjadi, tubuh rentan terkena virus, misalnya flu dan herpes.
Efek Multitasking Berlebihan pada Tubuh

Apabila dilakukan secara terus menerus dan berlebihan, multitasking dapat menyebabkan beberapa efek berikut:
1. Stres Meningkat
Apakah (kamu) tahu kalau multitasking secara terus menerus dapat membuat kita menjadi lebih frustasi? Lama kelamaan, bukannya semakin produktif, multitasking justru dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan stres meningkat.
Sebuah studi pada 2014 menemukan, ada hubungan yang kuat antara tingkat stres dan multitasking dengan komputer, terutama di kalangan mahasiswa. Ketika merasa “buntu” dengan pekerjaan, kita justru melakukan multitasking lebih banyak dan justru menambah stres.
Padahal, stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan banyak masalah. Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung adalah dua penyakit yang dapat muncul akibat stres kronis.
2. Pola Makan dan Tidur Terganggu
Sekarang ini kita sering melihat orang yang sedang bekerja sambil makan. Walaupun terlihat sepele, namun cara ini ternyata tidak baik untuk tubuh kita. Sebuah studi pada 2013 menemukan, orang yang sering multitasking cenderung makan berlebihan.
Ditambah, multitasking dengan membuka banyak media bisa berdampak pada pola tidur. Penelitian pada 2026 menyebut, penggunaan banyak media sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.
3. Berdampak pada Kesehatan Mental
Masih berkaitan dengan stres, seseorang yang sudah terlalu lama merasakan stres bisa terjebak pada masalah kesehatan mental. Multitasking berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena depresi dan gangguan kecemasan.
Kebiasaan untuk scroll media sosial, menonton video, dan googling secara bersamaan dikaitkan dengan penurunan suasana hati. Tidak hanya itu, pada orang yang perfeksionis, stres dapat menyebabkan gangguan kecemasan karena merasa tidak pernah memenuhi standar diri sendiri.
4. Masalah pada Memori
Sebuah riset pada 2016 menagatakan, orang yang sering multitasking memiliki memori yang lebih buruk dibandingkan dengan orang yang jarang multitasking. Hal ini terjadi karena memori yang tersimpan menjadi kurang akurat dan mudah tercampur dengan informasi lain.
Bahkan, penurunan ini terjadi pada memori jangka pendek maupun memori jangka panjang. Memori jangka pendek biasanya dipakai untuk menyimpan informasi untuk mengerjakan tugas, sementara memori jangka panjang dapat mengingat dan menyimpan informasi dalam waktu yang lama.
5. Berisiko Mengalami Hipertensi
Apakah kamu sadar kalau tubuh yang stres biasanya tekanan darah dan detak jantung meningkat? Multitasking bukan cuma berdampak buruk buat mental, tetapi juga tekanan darah pada tubuh.
Orang yang sudah terkena stres kronis cenderung memiliki kadar tekanan darah yang tinggi. Jika sudah seperti ini, efeknya bisa berdampak pada hipertensi, peningkatan penyakit serebrovaskular, hingga gangguan kognitif.
Cara Kerja Efektif Tanpa Menguras Imun Tubuh

Sekarang, (kamu) sudah tahu kalau multitasking tidak bisa dilakukan terus menerus. Makanya, kamu harus melakukan kerja efektif agar semua tugas bisa diselesaikan. Daripada multitasking, coba lakukan tips kerja efektif tanpa menguras imun berikut ini:
1. Terapkan Skala Prioritas
Cara paling awal agar bisa bekerja tanpa multitasking adalah dengan menetapkan skala prioritas. Coba tanamkan dalam pikiranmu jika orang yang sibuk belum tentu produktif dan efektif dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Oleh karena itu, cobalah untuk menuliskan semua tugas yang harus diselesaikan. Setelah itu, kelompokkan tugas berdasarkan deadline terdekat hingga terlama. Kalau dikelompokkan, semua tugas jadi lebih mudah diselesaikan sesuai dengan timeline masing-masing.
2. Sisipkan Jeda Istirahat Singkat
Salah satu kekurangan saat kita melakukan multitasking adalah kita menjadi lupa untuk beristirahat. Apalagi saat multitasking kita akan berpikir dua tugas bisa selesai dengan waktu lebih singkat.
Padahal, bekerja dalam waktu yang lama bukan berarti hasilnya selalu baik. Justru, kualitas pekerjaan kita akan menurun ketika tubuh dipaksa untuk terus bekerja. Berikan tubuhmu jeda sejenak untuk beristirahat dan menjaga konsentrasi.
3. Kurangi Distraksi
Kalau multitasking memaksa kita untuk fokus pada banyak hal, sekarang cobalah untuk fokus pada satu hal saja. Mulailah bekerja dan abaikan semua distraksi yang menganggu, misalnya tugas lain, ponsel, maupun rekan kerja.
Untuk mengurangi distraksi di ponsel, kamu bisa mengaktifkan mode fokus agar meningkatkan konsentrasi. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan teknik khusus seperti pomodoro agar konsentrasi tidak mudah teralihkan namun ada waktu istirahat.
4. Jaga Asupan Nutrisi di Tengah Kesibukan
Jika jadwal sedang padat dan sibuk, kita cenderung tidak memperhatikan asupan makanan. Yang penting, kita makan, kenyang, dan kembali bekerja. Padahal, nutrisi yang baik saat aktivitas padat sangat membantu tubuh untuk tetap sehat.
Tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang adalah kunci utama. Selain itu, kalau kamu tipe orang yang suka ngemil, siapkan jajanan sehat. Batasi konsumsi kopi, minum 2 liter air per hari, dan menghindari junk food juga termasuk cara untuk menjaga nutrisi saat sibuk.
5. Konsumsi Vitasma untuk Menunjang Daya Tahan Tubuh agar Lebih Kuat
Nah, biar imun tubuh tetap terjaga, kamu bisa konsumsi Vitasma! Terbuat dari madu hutan dan 7 bahan herbal berkhasiat, Vitasma akan membantu meningkatkan imunitas tubuh saat aktivitas padat.
Vitasma dilengkapi dengan jeruk nipis dan jintan hitam untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Ditambah, ada madu hutan alami yang cepat diserap tubuh dan sensasi menyegarkan dari mint setelah dikonsumsi.
Soal keamanan produk, kamu nggak perlu khawatir karena Vitasma sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI. Ditambah, Vitasma dapat dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, mulai anak usia 2 tahun hingga lansia.








