Sering Pusing di Kantor? Awas Kena Sick Building Syndrome!

Laksmi

Sick Building Syndrome

Apakah kamu sering merasa pusing dan napas pengap ketika di kantor? Jika iya, bisa jadi kamu sedang terkena Sick Building Syndrome yang sering menyerang pekerja di dalam gedung kantor.

Di artikel ini, Minva akan mengupas tuntas fenomena ini dan cara untuk meminimalkan gejalanya. Ikuti terus pembahasannya, ya!

Apa Itu Sick Building Syndrome?

Sick Building Syndrome (SBS) adalah kumpulan gejala yang dialami orang dalam gedung tertentu. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 1983.

Istilah SBS diperkenalkan ketika WHO menerbitkan laporan mengenai bagimana bangunan dapat memengaruhi kesehatan. Setelah itu, banyak penelitian yang menunjukkan, SBS merupakan masalah umum yang terjadi di lingkungan sekitar kita.

Uniknya, gejala yang muncul terjadi secara bersamaan dengan sifat yang tidak wajar. Namun, ketika seseorang meninggalkan ruangan atau gedung tertentu, gejala yang muncul akan berkurang bahkan hilang.

Gejalanya bisa beragam, misalnya sakit kepala, kelelahan, napas terasa sesak, hingga iritasi kulit. Berbagai gejala ini bisa berbeda-beda bentuk dan tingkat keparahannya pada setiap orang. 

Penyebab Umum di Gedung Perkantoran

Penyebab Umum di Gedung Perkantoran

Ada berbagai penyebab SBS di gedung perkantoran yaitu:

1. Sirkulasi Udara AC Sentral yang Buruk 

Pada gedung perkantoran modern, penggunaan AC sentral membuat ruangan terasa lebih nyaman karena suhu dan kelembapan dapat dikendalikan. Namun, udara di dalam ruangan bisa terus bersirkulasi tanpa mendapatkan pasokan udara segar yang cukup dari luar. 

Akibatnya, berbagai polutan di dalam ruangan dapat bertahan lebih lama di udara dan terhirup oleh penghuni gedung. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab utama Sick Building Syndrome.

Risiko tersebut semakin meningkat apabila sistem AC sentral tidak dirawat secara rutin. Filter udara yang kotor, saluran udara yang dipenuhi debu, atau adanya kelembapan berlebih pada AC dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

2. Minim Ventilasi Alami dan Cahaya Matahari

Di setiap ruangan, pasti ada ventilasi yang berfungsi membawa udara segar dari luar. Sayangnya, saat ini banyak gedung perkantoran modern dirancang dengan jendela yang tidak dapat dibuka atau sangat bergantung pada sistem ventilasi mekanis.

Akibatnya, pertukaran udara dengan lingkungan luar menjadi terbatas sehingga kualitas udara dalam ruangan dapat menurun. Padahal, ventilasi yang tidak memadai memungkinkan polutan, kelembapan, dan mikroorganisme bertahan lebih lama di dalam ruangan.

Selain ventilasi, pencahayaan alami juga berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Ruang kerja yang minim cahaya alami bisa membuat kita menjadi tidak nyaman, mengganggu ritme sirkadian, meningkatkan rasa lelah dan ketidaknyamanan visual.

3. Debu serta Zat Kimia dari Peralatan Kantor

Apakah kamu sadar kalau meja kantor, karpet, printer, sampai mesin fotokopi adalah tempat berkumpulnya debu? Meskipun sering dibersihkan, seiring waktu debu halus juga dapat menumpuk pada permukaan benda dan terhirup oleh penghuni gedung.

Di sisi lain, printer, scanner, dan mesin faks juga dapat menghasilkan ozon dalam jumlah kecil selama proses operasional. Walaupun kadarnya umumnya rendah, paparan polutan secara terus-menerus di ruang tertutup bisa menurunkan kualitas udara dan memicu SBS. 

Gejala yang Sering Dialami Karyawan

Gejala yang Sering Dialami Karyawan

Setelah tahu penyebabnya, kamu juga harus waspada dengan gejala SBS yang sering dialami karyawan: 

1. Napas Terasa Pengap dan Mudah Lelah

Keluhan seperti napas terasa pengap, dada terasa tidak nyaman, atau tubuh cepat lelah sering kali dianggap sebagai akibat beban kerja yang tinggi. Padahal, gejala ini bisa jadi kamu sedang mengalami Sick Building Syndrome.

Selain keluhan pernapasan, mudah lelah merupakan salah satu gejala SBS yang paling sering dialami pekerja. Soalnya, kelelahan ini nggak selalu disebabkan aktivitas fisik yang berat, tapi juga kombinasi dari lingkungan kerja yang kurang nyaman.

2. Sakit Kepala dan Sulit Konsentrasi

Berbeda dengan sakit kepala akibat penyakit, keluhan pada SBS biasanya muncul ketika di dalam gedung selama beberapa waktu. Biasanya, rasa sakit yang muncul akibat ketidaknyamanan dan terkadang menganggu produktivitas di kantor.

Tak hanya itu, orang yang mengalami SBS juga sering mengalami sulit berkonsentrasi. Kondisi ini terjadi akibat ventilasi yang kurang baik atau akumulasi polutan. Ketika sulit berkonsentrasi, kamu akan merasa kurang segar dan berenergi meskipun jam kerja belum terlalu lama.

3. Mata Merah dan Tenggorokan Kering

Campuran dari debu, zat kimia, dan polutan di dalam ruangan adalah faktor pemicu mata merah. Berbagai partikel kecil ini bisa masuk ke mata kita dan termasuk sebagai iritan yang meningkatkan risiko iritasi.

Tidak hanya masuk ke mata, partikel kecil ini juga dapat masuk ke tenggorokan. Ketika tubuh kurang minum dan imun sedang menurun, akhirnya tenggorokan menjadi kering dan terasa gatal.

Cara Meminimalkan Dampaknya

Cara Meminimalkan Dampaknya

Nah, kalau kamu termasuk orang yang sering bekerja di ruangan atau gedung yang kurang baik, ada beberapa cara untuk meminimalkan dampak SBS yakni:

1. Sesekali Keluar Ruangan untuk Cari Udara Segar

Jika kamu tidak bisa mengandalkan ventilasi alami yang ada di gedung, cobalah sesekali ke luar ruangan. Meskipun terlihat sepele, menghirup udara segar dapat meminimalkan gejala SBS.

Ditambah, cara ini akan membuatmu terasa lebih fresh dan jeda sejenak dari pekerjaan. Di waktu singkat ini, kamu bisa bertukar kabar sejenak dengan rekan kerja atau sekedar melihat keramaian dari gedung bertingkat.

2. Usulkan Perawatan Rutin AC ke Pihak Kantor

Sebelumnya, Minva sudah menjelaskan kalau sirkulasi udara AC yang buruk menjadi penyebab utama terkena SBS. Sebaiknya, usulkan ke pihak kantor untuk melakukan perawatan rutin semua AC.

Perusahaan dapat melakukan perawatan rutin AC setiap 3-6 bulan sekali untuk pembersihan menyeluruh. Untuk filter udara, bagian ini sebaiknya dibersihkan lebih sering yaitu setiap 2-4 minggu sekali agar tidak ada debu dan kotoran yang menetap di ruangan.

3. Perkuat Daya Tahan Saluran Pernapasan dari Dalam dengan Vitasma

Kalau kamu sudah melakukan dua cara di atas, saatnya perkuat imun dan kesehatan pernapasan bareng Vitasma! Madu herbal ini terbuat dari 8 bahan alami yang bisa memperkuat daya tahan tubuh dan merawat pernapasan.

Beberapa bahan alami dalam Vitasma yang baik untuk imun dan pernapasan adalah madu hutan asli, jeruk nipis, jintan hitam, dan kayu manis. Madu hutan memiliki sifat antibakteri sekaligus dapat membersihkan saluran pernapasan.

Selain itu, ada jeruk nipis yang kaya vitamin C, dapat melawan virus dan bakteri, serta meningkatkan imun. Sementara itu, jintan hitam memiliki sifat anti-radang dan memperkuat daya tahan tubuh.

Untuk kayu manis, rempah ini punya berbagai antioksidan yang dapat mengatasi radikal bebas. Bukan cuma itu, bahan daput ini juga bermanfaat untuk mengatasi infeksi pada saluran pernapasan.

Jadi, kalau kamu mulai merasakan imun turun dan napas pengap, segera konsumsi Vitasma sesuai aturan minum, ya!

Share

Artikel Terkait

Kategori