5+ Gejala Penyakit Flek atau TBC Yang Harus Kamu Tahu!

Apakah kamu tahu? Karena perannya yang penting dalam tubuh dan tempat gas dari luar masuk ke dalam tubuh, tak jarang jika paru–paru rawan terinfeksi penyakit salah satunya penyakit Flek.

 Paru-paru merupakan organ terpenting kedua setelah jantung dalam tubuh. Pasalnya, paru-paru berperan sebagai tempat untuk bertukar gas di dalam tubuh manusia, menjaga suhu tubuh dan tingkat kelembaban tetap normal, memberikan perlindungan yang efektif dari zat berbahaya melalui aktivitas bersin, dan mendukung fungsi indra penciuman. 

Apa Itu Penyakit Flek Paru Paru?

Penyakit Flek paru-paru adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri tahan asam yaitu bakteri mycobacterium tuberculosis. Yap, jika kamu sudah pernah mendengar bakteri penyebab flek maka kamu juga mengenal apa itu penyakit flek atau TBC. 

Tidak punya perbedaan, penyakit flek dan TBC (tuberkulosis) adalah satu penyakit. Yang membedakan antara keduanya hanyalah sebutannya. Penyakit flek paru adalah istilah awam yang dikenali oleh masyarakat, sedangkan flek atau TBC adalah istilah dari dunia medis. 

Jadi apakah keduanya sama? Iya, keduanya sama hanya penyebutannya saja yang berbeda. Dan kali ini kita akan bahas secara detail apa itu penyakit flek atau TBC. Yuk simak informasinya. 

Tuberkulosis ialah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dengan bentuk serupa basil ataupun batang yang dikenal dengan sebutan mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat ditularkan melalui percikan air liur di mana bakterinya akan ikut beterbangan dan masuk ke dalam paru-paru yang berasal dari penderitanya. 

Penyakit ini fokus menyerang parenkim paru, biasanya diikuti dengan pembentukan granulomadi dalamnya. Penyakit ini dapat menular melalui udara. Bagaimana bisa?

Tentu saja bisa, bakteri penyebab penyakit TB menular melalui droplet yang mengandung bakteri basik tuberekel atau kuman dari penderita TB saat bercengkerama, batuk, bersin, bahkan bertukar alat makan. 

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2021, diperkirakan sebanyak 824.000 kasus penyakit flek atau yang dikenal dengan TBC terjadi di Indonesia dan sebanyak 48% persen penderitanya tengah diobati, sisanya sebanyak 52% merupakan kasus penderita penyakit flek atau TBC yang belum ditemukan maupun sudah ditemukan tapi belum dilaporkan.

Sedangkan data tahun 2022 per September, Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi keberhasilan pengobatan penyakit flek sebesar 74%.  Sedangkan tahun 2012, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis jika Indonesia berada di peringkat ke 4 di dunia untuk banyaknya kasus penderita penyakit flek atau TBC.

Baca Juga: OBSTRUKSI SALURAN NAPAS-GEJALA, PENYEBAB, PENGOBATAN

Penyakit ini dibawa melalui udara sehingga penyebarannya menjadi jauh lebih cepat, oleh karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun demikian, jangan khawatir karena penderita penyakit flek atau TBC mendapat pengobatan gratis yang dibiayai oleh pemerintah. 

Lalu apa sebenarnya penyebab penyakit flek atau TBC ini? Mengapa menjadi penyakit yang dominan di Indonesia? Penyebab utama dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacteriym tuberculosis yang terbagi menjadi dua macam di antaranya tipe human dan tipe bovin. Apa perbedaannya?

Baca Juga Yuk: 3+ HAL SEPUTAR TBC TULANG BELAKANG: PENYEBAB, GEJALA, DAN PENGOBATANNYA

Perbedaan dari dua bakteri ini yaitu tipe human bisa berada pada bercak ludah yang berasal dari penderita TBC, sedangkan tipe bovin adalah bakteri yang berada dalam susu sapi yang menderita mastitis tuberkulosis. 

Lalu bakteri mana yang menginfeksi terkena penyakit flek atau TBC? bakteri yang dapat menginfeksi tertular penyakit flek atau TBC adalah bakteri tipe humanus, berbentuk batang dengan panjang 1-4 mm dengan tebal 0,3-0,6 mm dan terdiri dari lemak atau lipid.

Fungsi lipid membuat kuman bertahan jauh lebih lama terhadap gangguan kimia dan fisik sehingga masuk ke dalam jaringan paru melalui saluran napas sampai ke dalam alveoli yang mengakibatkan infeksi primer, dan kemudian di dalam kelenjar getah bening terjadilah primer kompleks atau yang biasa disebut dengan tuberkulosis primer. 

Kenali Gejala Penyakit Flek Atau TBC 

The great imitator merupakan sebutan lain dari pada penyakit flek atau TBC ini, mengapa demikian? Sebutan ini diberikan bukan tanpa alasan, yakni karena penyakit flek atau TBC ini memiliki banyak kesamaan dengan berbagai penyakit lain dan dengan gejala yang serupa.

Tak jarang, sejumlah penderita penyakit flek atau TBC mengalami gejala yang tidak jelas, bahkan gejala yang muncul kerap kali serupa dengan gejala flu dan batuk sehingga banyak di antara yang terinfeksi tidak sadar jika mereka adalah penderita penyakit flek atau TBC.

Lalu apa saja gejala penyakit flek , gejala TBC terbagi menjadi dua di antaranya adalah sebagai berikut:  

1. Gejala Respiratorik

A. Batuk

Gejala paling awal muncul pada penderita penyakit flek atau TBC adalah batuk, batuk yang terjadi karena iritasi pada daerah bronkus. Namun batuk yang menginfeksi penderitanya bertujuan untuk mengeluarkan bagian dari radang yang menginfeksi. Jenis batuk yang menjadi gejala awal penderita TBC adalah batuk kering yang terjadi berulang kali atau produktif terjadi selama tiga minggu.

B. Batuk Darah

Setelah penderita mengalami batuk kering, peradangan yang luka membuat pembuluh darah bisa pecah mengakibatkan dahak yang dikeluarkan dapat berupa bercak darah, darah segar dalam jumlah banyak, dan sejenis gumpalan darah.

Darah yang dikeluarkan tidak dapat diukur seberapa banyak, namun jika kamu mengalami ini kamu diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan penanganan yang professional.

C. Sesak Napas

Jangan khawatir, gejala ini adalah gejala tingkat lanjut apabila kamu mendapatkan penanganan yang terlambat. Mengapa terjadi sesak napas? Hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada parenkim paru atau peradangan pada paru yang mengakibatkan paru-paru lebih sulit untuk melakukan pertukaran udara.

Sulitnya paru-paru melakukan pertukaran udara juga dikarenakan adannya cairan di dalam selaput paru. Gejala ini biasanya juga diakibatkan karena adanya komplikasi seperti anemia, pneumothorax, efusi pleura, dan lain sebagainya.

D. Nyeri Dada

Penderita penyakit ini akan mengalami nyeri dada pada pleurik namun ringan. Meskipun nyerinya ringan, gejala ini membuat penderita TBC merasakan nyeri seperti menusuk di dalam dada terlebih saat menghirup oksigen dan aktivitas bernapas lainnya. Hal ini disebabkan oleh sistem saraf di dalam pleura terkena infeksi. 

2. Gejala Sistemik

A. Demam

Demam menjadi gejala yang seringkai dihiraukan oleh penderita penyakit flek atau TBC. Pada awal terinfeksi, demam akan menyentuh temperatur suhu yang masih terbilang normal karena demam ini menyerupai dengan demam penderita influenza. 

Meskipun demikian, demam pada penderita TBC kadang-kadang mengalami kenaikan suhu yang signifikan dan tidak dapat diprediksi, biasanya suhu tubuh penderita TBC saat demam bisa mencapai 40-41°C.

B. Gejala Sistemik

Gejala systemic merupakan suatu kondisi di mana terjadi serangan penyakit yang jangkauannya lebih luas dan tidak punya batasan-batasan yang jelas untuk mendeskripsikan jangkauan penyakitnya.

Pada penderita penyakit flek atau TBC, gejala systemic yang diderita adalah penurunan perat badan yang signifikan, anoreksia, keringat malam, sakit kepala, nyeri pada otot, tidak memiliki nafsu makan.

Dari beberapa kasus yang terjadi, bagian yang terinfeksi oleh bakteri penyebab TBC dapat melalui proses penyembuhan dengan cara mengonsumsi obat anti TB secara lengkap dan teratur selama 6 bulan. 

Selain konsumsi obat dan mendapatkan vaksin TBC saat bayi, beberapa hal perlu dilakukan untuk mendukung proses penyembuhan penderita penyakit flek di antaranya adalah olahraga dengan teratur, tidak berbagi tempat makan dengan orang lain bahkan satu keluarga, mencuci tangan dengan bersih dan menggunakan sabun, istirahat yang cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta tidak membuang dahak di sembarang tempat. 

Setelah kamu mengenali gejalanya dengan baik, kemudian merasa jika kamu adalah penderita TBC dengan gejala yang sama, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan khawatir terhadap biayanya ya.

Mengutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012, pengobatan penderita penyakit flek atau TBC ditanggung oleh pemerintah namun dengan syarat yaitu patuh terhadap proses pengobatan yang dilakukan rutin selama 6 bulan termasuk menjalani pemeriksaan dan konsumsi obat tanpa berhenti. 

Maksudnya bagaimana konsumsi obat tanpa berhenti?  Jadi begini singkatnya, jika kamu menderita flu maka kamu akan sembuh dalam 7-14 hari dan di antara 7-14 hari kamu bisa berhenti mengonsumsi obat dan beralih dengan pengobatan herbal maupun hanya dengan istirahat yang cukup. 

Namun hal ini tidak berlaku bagi penderita TBC, penderita penyakit ini disarankan tidak berhenti mengonsumsi obat selama 6 bulan, apabila berhenti selama lebih dari 4 minggu maka obat yang akan diberikan ketika melakukan pemeriksaan akan berbeda yaitu obat kategori 2. 

Jadi, jika kamu penderita TBC baiknya rutin mengonsumsi obat dan ikuti anjuran dokter, karena penderita TBC juga bisa sembuh total.  Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat melindungi tubuh kamu dari penyakit dan virus termasuk TBC. Kamu bisa mengonsumsi vitamin maupun suplemen herbal dengan dosis yang sudah dianjurkan. Salah satunya dengan mengonsumsi Vitasma. 

Vitasma hadir sebagai madu herbal untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengatasi batuk dan asma sehingga nafas menjadi lega.  Yuk, segera miliki Vitasma di rumahmu!

obat batuk vitasma

Vitasma, Solusi Sesak Saat Mendesak

Dia yang memiliki kesehatan memiliki harapan; dan dia yang memiliki harapan, memiliki Segalanya.

Saya ingin Membeli Produk Vitasma Terbaik Sekarang!

Photo of author

Rindi agustiana

Wanita yang gemar menulis berbagai jenis artikel kesehatan serta bidang keilmuan multidisipliner lainnya.

Tinggalkan komentar